Biasanya setiap event di SMAN 1 Kertosono hanya
tampil 1 grup parodi drama, bahkan tak jarang juga tiada penampilan parodi di
event sekolah. Tapi untuk hari Sabtu (28/04) tersaji 3 parodi dalam 1 hari.
Meski waktunya panjang tak membuat jenuh, justru sangat menghibur. Penampilan
parodi pertama dari ekstrakurikuler Brigip Masda (Pramuka) yang menampilkan cerita
yang berjudul “Dayang Sumbing dan Sangkur Meriang” dengan konteks OBM (Opera
Brigip Masda) sangat menghibur dan mampu mengocok perut meski ngawur dan tidak
nyambung. Karena menggabungkan cerita sangkuring, keong mas, dan audisi
pemilihan boy band.
Dari kakak XII ada dua tim parody.
Tim pertama menampilkan cerita dari dunia fantasi anime atau lebih tepatnya cosplay. Kombinasi kartun bleach, sailor
moon, one piece, bahkan permainan play station. Seolah mereka ingin menciptakan
dunia imajinasi para penonton. Tim kedua menampilkan carita masa SMA sejak
kelas X sampai kelas XII. Menceritakan susahnya masa MOS, bimbang memilih
jurusan, mendapatkan prestasi dalam perlombaan, kejenuhan yang dialami saat
ujian, perjuangan saat duduk di bangku kelas XII, bahkan kisah cinta yang
merupakan cinta pertama dan terasa penuh kebahagiaan.
Semua grup parodi tampil dengan
kreasi yang berbeda-beda, namun ekspresi mereka tak kalah dengan bintang yang
sudah mahir akting. Meskipun di SMAN 1 Kertosono tidak ada pelajaran drama
maupun ekstrakurikuler teater, tetapi penampilan mereka dinilai baik. Itulah
tanda bahwa murid SMAKER tak hanya pandai di bidang “exact” tapi juga “art”.
Bakat yang potensi yang takkan bisa muncul jika tidak digali.
0 komentar:
Posting Komentar